Kali ini saya akan berbagi pengalaman ketika menjelajahi hutan mangrove pandan sari yang saat ini lagi ngehits. Terletak di desa Kaliwlingi kabupaten Brebes jawa tengah. Kalau dari pantura jalur barat kita belok ke utara sebelum RS.Bakti Asih. Sedangkan kalau dari jalur timur belok ke utara setelah rumah sakit . Kenapa saya beri keterangan edisi 1? Karena saya sudah 2 kali ke sana. Dan saya mengalami pengalaman yang berbeda pada saat datang ke sana untuk yang pertama ataupun yang ke 2 kalinya.
Pertama kali saya kesana sekitar 9 bulan yang lalu. Waktu itu baru mulai terkenal, karena penasaran berangkatlah kita kesana naik motor. Tempatnya lumayan jauh sekitar 1 jam perjalanan. Diawal-awal perjalanan sih jalan masih halus. Tapi mendekati lokasi, jalannya banyak yang rusak. Badan terasa pegal-pegal semua karena banyak guncangan dan memakan waktu yang lama juga.
Setelah perjalanan yang melelahkan sampailah kita di lokasi. Waktu itu tiket masuk 15 ribu dewasa dan 10 ribu untuk anak-anak. Tempatnya cukup adem dan asri karena banyak pohon mangrove. Setelah gapura pembelian tiket kita akan masuk ke tempat parkir. Disini ada beberapa warung yang menyediakam makanan ringan dan minuman. Saya kira sudah sampai lokasi, ternyata kita harus menyebrang lagi pakai perahu.
Waktu kami sampai, antrian naik perahu lumayan panjang. Saat itu saya berasa paling tua sendiri. Pengunjung yang lain kebanyakan ABG. Ukuran perahu yang kami naiki rata-rata memiliki kapasitas untuk 20 orang. Deg-degan juga sebenarnya naik perahu, bayangan saya kalau jatuh gimana. Mana saya ga bisa berenang. Tapi rasa takut jadi hilang karena sepanjang perjalanan pemandangannya bagus menurutku. Aku juga jadi tidak terlalu khawatir, karena yang kami lewati ternyata bukan laut melainkan bekas tambak. Airnya juga tidak terlalu dalam, malah ada nelayan yang ga tau nyari apa sambil jalan diatas tambak. Mungkin saat itu kedalamnya sekitar dada orang dewasa.
Setelah sekitar 10 menit perjalanan, sampailah kami di dermaga. Bagus banget pemandangannya dari situ. Banyak juga yang heboh langsung foto-foto. Kami sih langsung lanjut menjelajah saja. Jalan yang dilalui terbuat dari papan dengan pemandangan tanaman mangrove dikanan dan kirinya. Ada juga bangku panjang di beberapa titik, jadi kalau kita capek jalan bisa istirahat duduk-duduk dulu. Disini banyak juga lho ikan yang memiliki sayap. Kurang tahu juga namanya ikan apa. Di lokasi ini ada beberapa spot yang biasanya sering dijadikan tempat foto-foto. Yaitu jembatan yang bentuknya melengkung ke atas berwarna merah muda, gapura selamat datang dan menara pandang yang cukup tinggi. Disini juga ada beberapa warung sederhana yang menyediakan hidangan seperti ikan bakar, kepiting dan seafood. Saya jadi mikir itu yang jualan pasti repot banget ya. Secara ini tempat kan di tengah-tengah air, harus pakai perahu kalau mau pergi-pergi. Salut sama yang jualan.
Jalan menuju dermaga penyebrangan
Sekitar 2 jam kami muter-muter disitu, diselingi makan siang sebelumnya. Ada sedikit insiden ketika naik perahu pulang. Jadi kapal yang kami naiki oleng, terus ada satu penumpang ABG ga tau shock atau takut dia njerit keras banget. Dah begitu sepanjang perjalanan nangis ga berhenti-berhenti. Waktu itu antara kasihan sama pengin tertawa sebenernya.
Itulah pengalaman kami menjelajahi hutan mangrove pandan sari untuk pertama kalinya. Untuk edisi ke 2, ceritanya lebih banyak dan lebih seru tentunya.
Terima kasih



Tidak ada komentar:
Posting Komentar