Halaman

Tampilkan postingan dengan label KECANTIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KECANTIKAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Oktober 2018

Mengenal Dermaroller, Perawatan untuk Mengurangi Bopeng





Bopeng merupakan salah satu masalah kulit yang cukup mengganggu. Hal itu karena bisa menurunkan kepercayaan diri bagi yang memilikinya.  Penyebab bopeng di wajah bermacam- macam, kebanyakan disebabkan oleh bekas jerawat meradang yang salah penangannya sehingga menimbulkan bopeng. Selain itu, bopeng juga bisa disebabkan karena bekas cacar atau luka karena sebab lainnya.

Saat ini sudah banyak teknologi kecantikan yang dapat mengurangi bopeng di wajah, diantaranya :

  • Mikrodermabasi
  • Chemichal peeling
  • Dermaroller
  • Laser
Semua perawatan kulit tersebut kebanyakan hanya dapat dilakukan di klinik- klinik kecantikan atau klinik dokter. Dan dikerjakan oleh tenaga ahli yang sudah profesional. Karenanya, perawatan untuk mengurangi bopeng di wajah memerlukan biaya yang cukup besar. Apalagi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan harus dilakukan berkali-kali. Tetapi jangan khawatir, diantara perawatan wajah tersebut ada satu yang dapat kita lakukan sendiri di rumah, yaitu dermaroller.


Apa itu Dermaroller?


Dermaroller adalah perawatan kulit dengan mrnggunakan alat berupa roller yang terdapat jarum- jarum di atasnya. Roller ini kemudian digerakan di atas permukaan kulit wajah yang bermasalah.

Perawatan ini akan menimbulkan luka pada kulit yang bertujuan merangsang kulit untuk memperbaiki dirinya sendiri.


Manfaat Dermaroller


Sebenarnya perawatan dengan dermaroller ini tidak hanya untuk meratakan bopeng saja. Dermaroller dapat juga digunakan untuk perawatan lainnya, seperti : mengurangi keriput, mengurangi strechmark, mengecilkan pori-pori, mengurangi selulit dan lain sebagainya.

Untuk memperoleh manfaat dermaroller, ditentukan oleh ukuran jarum yang terdapat pada alat roller yang digunakan. Karena setiap ukuran jarum memiliki fungsi yang berbeda-beda.Ukurannya bervariasi, dari mulai ukuran 0,1mm-3mm. Tetapi ukuran jarum yang banyak dijual dan biasa untuk dermaroller sendiri adalah ukuran 0,5mm-2mm. Berikut adalah ukuran jarum dermaroller beserta kegunaannya: 


1. Jarum ukuran 0,5 mm

  • Mengurangi rambut rontok dan menstimulasi pertumbuhan rambut.
  • mengurangi keriput dan garis halus di wajah.
  • Digunakan seminggu sekali

2. Jarum ukuran 1 mm

  • Mengurangi kerontokan dan merangsang pertumbuhan rambut.
  • Mengurangi garis halus dan keriput di wajah.
  • Mengurangi bekas jerawat ringan.
  • Mengurangi stretchmark.
  • Mengatasi selulit
  • Mengatasi pigmentasi kulit
  • Mengatasi  noda jerawat
  • Digunakan 2 minggu sekali

3. Jarum ukuran 1,5 mm

  • Mengurangi rambut rontok dan menstimulasi pertumbuhan rambut
  • Mengurangi garis halus dan keriput di wajah
  • Mengatasi strechmark
  • Mengatasi selulit
  • Mengatasi bekas luka bakar
  • Mengurangi scar/bopeng tingkat  sedang
  • Digunakan 3 minggu sekali

4. Jarum ukuran 2mm

  • Mengatasi strechmark
  • Mengatasi selulit
  • Mengatasi bekas luka bakar
  • Mengurangi scar/bopeng yang dalam
  • Digunakan 4 minggu sekali



Cara Kerja Dermarolller


Dermaroller bekerja dengan cara melukai permukaan kulit. Tujuannya untuk merangsang kulit memperbaiki dirinya sendiri dengan menumbuhkan kolagen akibat luka tersebut.  Dengan tumbuhnya kolagen, lama kelamaan permukaan kulit akan naik sehingga mengurangi kedalaman permukaan bopeng. Selain itu, kita juga harus memberi jeda waktu untuk melakukan perawatan dermaroller selanjutnya. Lamanya dihitung dari berapa ukuran jarum yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk memberi waktu pada kulit untuk beregenerasi kembali.


Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, penggunakan alat dermaroller saja tidak cukup. Tetapi ada bahan lain yang dibutuhkan, yaitu serum khusus untuk perawatan dermaroller. Serum ini akan membantu kulit untuk memproduksi kolagen. Selain itu kita juga bisa mengonsumsi minuman yang mengandung vitamin C dan kolagen, dan selalu memakai sunscreen agar kulit terlindung dari panas matahari. Sunscreen sangat penting, karena setelah dermaroller kulit dalam keadaan luka dan sensitif. Dan untuk mendapatkan hasil yang bagus pemakaian dermaroller tidak cukup sekali atau dua kali. Dibutuhkan berkali kali dermaroller, bahkan ada yang mencapai tahunan. Kuncinya adalah konsistensi dan ketelatenan dalam penggunaannya. 


Terima kasih



Kamis, 20 September 2018

Cara Tepat Mengatasi Milia, Komedo dan Bruntusan





Permasalahan kulit yang sering dialami oleh wanita selain jerawat adalah milia, komedo dan bruntusan. Apalagi jika kita memiliki jenis kulit yang berminyak. Milia, komedo dan bruntusan memang  bukan termasuk jenis jerawat yang parah. Tetapi apabila kita tidak tepat menanganinya dapat memperparah kondisi kulit yang sedang bermasalah tersebut. Oleh karena itu diperlukan perawatan dan tindakan yang tepat untuk mengatasinya.
Berikut adalah cara menangani milia, komedo dan bruntusan. 

1. Milia

               Milia berbentuk bintik-bintik atau benjolan-benjolan kecil yang berwarna putih tetapi tidak memiliki mata, ada juga yang warnanya menyerupai warna kulit. Biasanya milia muncul di hidung, pipi dan di bawah mata. Munculnya bisa satu- satu atau secara berkelompok.

Cara mengatasi milia

  • Menggunakan produk eksfoliasi yang mengandung AHA dan BHA. Bentuknya dapat berupa serum atau toner.
  • Memakai  produk yang mengandung Vitamin A atau Retinol.
  • Rajin membersihkan muka dengan teknik double cleansing. Double cleansing adalah cara membersihkan wajah secara lembut sebanyak dua tahap berturut turut. Tahap pertama diawali dengan membersihkan wajah dengan pembersih berbahan dasar minyak, krim atau balm. Tahap kedua dilanjutkan dengan membersihkan wajah dengan pembersih berbahan dasar air seperti facial foam.
  • Harus selalu menggunakan sunscreen untuk melindungi kulit dari sinar matahari yang dapat menyebabkan timbulnya milia.
  • Jika semua langkah telah dilakukan, tetapi milia belum kunjung hilang juga saatnya kita mengunjungi dokter kecantikan. Dokter akan memberikan tindakan dan perawatan yang tepat untuk mengatasi milia.

2. Komedo

                Komedo adalah salah satu jenis jerawat yang terbentuk dari minyak yang tersumbat di pori-pori yang telah bercampur dengan sel kulit mati, kotoran dan bakteri. Jika letaknya terbuka maka komedo akan teroksidasi dengan udara kemudian warnanya menjadi hitam atau disebut juga dengan black head. Namun apabila komedo tersebut terperangkap di dalam pori-pori bersama dengan folikel rambut akan membuat komedo tertutup dan berwarna putih, atau biasa white head.


Cara mengatasi komedo

  • Mencuci wajah dengan menggunakan metode double cleansing.
  • Gunakan produk yang mengandung BHA (salicyc acid). BHA dapat mengangkat minyak dan kotoran dalam kulit. Produknya dapat berupa toner atau eksfoliator.
  • Menggunakan masker wajah yang mengandung clay. Clay mempunyai khasiat menyerap kelebihan minyak pada wajah.
  • Jika perlu gunakan cleansing brush apabila komedo masih sering muncul. Lakukan seminggu sekali untuk mencegah iritasi pada wajah.
  • Untuk komedo putih, gunakan bahan yang mengandung benzoyl peroxide. Produknya dapat berupa sabun cuci muka atau salep yang dioleskan hanya pada komedonya.
  • Gunakan kosmetik dengan keterangan non comedogenic.
  • Selalu gunakan pelembab meskipun kulit kita berminyak. Karena kulit yang kering dapat memicu kelenjar minyak keluar lebih banyak.
  • Jika langkah-langkah tersebut tidak bethasil sebaiknya kita datang ke dokter kulit atau klinik kecantikan untuk mendapatkan penanganan dari ahlinya.

3. Bruntusan

       Bruntusan termasuk dalam golongan jerawat ringan, biasanya muncul secara berkelompok atau bisa juga sendiri-sendiri. Bentuknya berupa bintil- bintil kecil yang berwarna kemerahan.

Cara mengatasi bruntusan

  • Jagalah selalu kebersihan kulit wajah
  • Bersihkanlah muka dengan teknik double cleansing terutama pada malam hari menjelang tidur, apalagi jika kita memakai make-up.
  • Menggunakan produk eksfoliasi yang mengandung BHA atau salicyc acid.
  • Gunakanlah spot treatment atau obat totol jerawat pada kulit yang bruntusan.
Untuk mengatasi permasalahan kulit seperti di atas tidaklah dapat dilakukan secara instan. Kita harus melakukannya secara rutin dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Yang perlu diperhatikan juga, tidak ada satu produk yang dapat bekerja secara efektif untuk mengatasi komedo, milia dan bruntusan. Jadi,  cara mengatasinya dengan mengkombinasikan antara perawatan kulit harian dengan produk- produk tersebut.  Dan yang terpenting mencegah lebih baik dari pada mengobati. Yaitu dengan menghindari penyebab timbulnya milia, komedo dan bruntusan.

Terima kasih.



                     

Jumat, 24 Agustus 2018

Inilah Perbedaan Antara Milia, Komedo dan Bruntusan

Milia, komedo dan bruntusan merupakan jenis masalah kulit yang banyak dikeluhkan oleh wanita. Apalagi jika kita memiliki kulit wajah dengan tipe berminyak. Jika dilihat sekilas ketiganya hampir mirip, namun sebenarnya berbeda. Berikut adalah perbedaan antara milia, komedo dan bruntusan serta penyebabnya.

1. Milia

              Milia adalah keratin yang terperangkap di bawah permukaan kulit. Bentuk milia adalah binti-bintik seperti mutiara atau berupa benjolan-benjolan kecil yang warnanya putih atau menyerupai kulit tetapi tidak memiliki mata. Biasanya milia muncul di hidung, pipi dan di bawah mata. Munculnya bisa satu- satu atau secara berkelompok.
Keratin adalah sejenis protein yang dihasilkan di kelenjar keringat, sel kulit dan sel rambut. Bahkan milia sering bisa kita temukan di kulit bayi yang baru lahir.



Faktor penyebab milia

  • Tidak melakukan pembersihan kulit dengan benar sehingga sel kulit mati tidak terkelupas dengan baik.
  • Kulit terlalu banyak terpapar sinar matahari tanpa perlindungan dan tidak memakai sunscreen.
  • Akibat dari kulit yang telah mengalami luka bakar,luka lecet atau melepuh.
  • Efek dari tindakan penanganan kulit seperti dermabrasi dan laser pada wajah



2. Komedo

                Komedo adalah salah satu jenis jerawat yang terbentuk dari minyak yang tersumbat di pori-pori yang telah bercampur dengan sel kulit mati, kotoran dan bakteri. Biasanya banyak muncul di area hidung, pipi, dagu dan dahi. Ada 2 jenis komedo, yaitu :

a. Komedo terbuka atau blackhead

    Komedo terbuka terlihat seperti titik- titik hitam di wajah. Pada awalnya komedo berwarna putih, namun karena letaknya terbuka sehingga teroksidasi dengan udara dan menyebabkan komedo warnanya menjadi hitam.

b. Komedo tertutup atau white head

    Whitehead warnanya putih, berbentuk seperti tonjolan-tonjolan kecil yang meruncing di permukaan kulit. Komedo putih terletak di bawah epidermis kulit sehingga tidak teroksidasi dengan udara dan warnanya tetap putih.



Faktor pencetus komedo

  • Memiliki kulit wajah dengan tipe berminyak.
  • Kulit yang tidak memakai pelembab sehingga kondisi kulit kering. Apabila kulit kering akan merangsang kelenjar minyak keluar lebih banyak yang dapat menimbulkan komedo.
  • Menggunakan produk kosmetik yang mengandung bahan kimia seperti isopropyl mysritate, propylene glicol dan beberapa pewarna kosmetik
  • Folikel rambut yang pecah karena kebiasaan memencet jerawat, peeling dengan bahan kimia, atau cuci muka yang terlalu sering.
  • Terlalu banyak mengonsumsi produk makanan yang mengandung susu dan makanan yang tinggi lemak dan gula.
  • Gaya hidup yang tidak sehat seperti begadang atau merokok.
  • Malas membersihkan wajah.
  • Terjadinya perubahan hormon menjelang menstruasi yang menyebabkan produksi minyak berlebihan.
  • Efek dari mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti pil KB dan steroid.

3. Bruntusan




                Bruntusan juga termasuk jenis jerawat white head/ papule. Bruntusan biasanya muncul di sekitar dahi, dagu, pipi. Biasanya muncul secara berkelompok dalam satu area wajah dapat juga muncul satu persatu. Bentuknya berupa bintik-bintik kecil dan berwarna kemerahan.

Faktor pemicu bruntusan

  • Kurang tepat dalam membersihkan kulit wajah, meliputi : membersihkan kulit yang kurang bersih, pembersih yang tidak cocok di kulit atau produk pembersih yang digunakan kurang tepat sehingga kurang bersih dalam membersihkan kulit.
  • Jarang atau tidak melakukan eksfoliasi pada wajah. Eksfoliasi berguna mengangkat sel kulit mati yang dapat menyebabkan bruntusan. 
  • Memakai produk yang tidak cocok dengan kulit sehingga menyebabkan bruntusan.
  • Memakai produk yang berpotensi menyebabkan bruntusan, antara lain: alcohol, natural oil(olive oil, mineral oil, coconut oil) atau fragrance.
  • Menggunakan produk dengan kandungan pelembab yang terlalu tinggi, seperti : vitamin E ( tocoperyl acetat), hyaluranic acid atau gliceryn.
  • Tidak langsung mandi atau mencuci muka setelah melakukan aktifitas yang mengeluarkan banyak keringat, seperti olahraga.
  • Menggunakan peralatan sehari hari yang tidak terjaga kebersihannya. Bisa berupa handuk, sprei, sarung bantal yang kotor dan jarang diganti, peralatan make up yang jarang dibersihkan, atau layar ponsel yang jarang atau tidak dibersihkan.
  • Sering menyentuh wajah. Saat menyentuh wajah tangan kita belum tentu bersih, padahal tangan yang kotor dapat menyebabkan muka menjadi bruntusan.
Itulah beberapa penjelasan tentang perbedaan milia, komedo dan bruntusan. Dengan mengetahui perbedaan dari ketiga masalah kulit tersebut diharapkan kita bisa menanganinya dengan tepat.

Terima kasih.