Milia, komedo dan bruntusan merupakan jenis masalah kulit yang banyak dikeluhkan oleh wanita. Apalagi jika kita memiliki kulit wajah dengan tipe berminyak. Jika dilihat sekilas ketiganya hampir mirip, namun sebenarnya berbeda. Berikut adalah perbedaan antara milia, komedo dan bruntusan serta penyebabnya.
1. Milia
Milia adalah keratin yang terperangkap di bawah permukaan kulit. Bentuk milia adalah binti-bintik seperti mutiara atau berupa benjolan-benjolan kecil yang warnanya putih atau menyerupai kulit tetapi tidak memiliki mata. Biasanya milia muncul di hidung, pipi dan di bawah mata. Munculnya bisa satu- satu atau secara berkelompok.
Keratin adalah sejenis protein yang dihasilkan di kelenjar keringat, sel kulit dan sel rambut. Bahkan milia sering bisa kita temukan di kulit bayi yang baru lahir.
Faktor penyebab milia
Keratin adalah sejenis protein yang dihasilkan di kelenjar keringat, sel kulit dan sel rambut. Bahkan milia sering bisa kita temukan di kulit bayi yang baru lahir.
- Tidak melakukan pembersihan kulit dengan benar sehingga sel kulit mati tidak terkelupas dengan baik.
- Kulit terlalu banyak terpapar sinar matahari tanpa perlindungan dan tidak memakai sunscreen.
- Akibat dari kulit yang telah mengalami luka bakar,luka lecet atau melepuh.
- Efek dari tindakan penanganan kulit seperti dermabrasi dan laser pada wajah
2. Komedo
Komedo adalah salah satu jenis jerawat yang terbentuk dari minyak yang tersumbat di pori-pori yang telah bercampur dengan sel kulit mati, kotoran dan bakteri. Biasanya banyak muncul di area hidung, pipi, dagu dan dahi. Ada 2 jenis komedo, yaitu :a. Komedo terbuka atau blackhead
Komedo terbuka terlihat seperti titik- titik hitam di wajah. Pada awalnya komedo berwarna putih, namun karena letaknya terbuka sehingga teroksidasi dengan udara dan menyebabkan komedo warnanya menjadi hitam.b. Komedo tertutup atau white head
Whitehead warnanya putih, berbentuk seperti tonjolan-tonjolan kecil yang meruncing di permukaan kulit. Komedo putih terletak di bawah epidermis kulit sehingga tidak teroksidasi dengan udara dan warnanya tetap putih.Faktor pencetus komedo
- Memiliki kulit wajah dengan tipe berminyak.
- Kulit yang tidak memakai pelembab sehingga kondisi kulit kering. Apabila kulit kering akan merangsang kelenjar minyak keluar lebih banyak yang dapat menimbulkan komedo.
- Menggunakan produk kosmetik yang mengandung bahan kimia seperti isopropyl mysritate, propylene glicol dan beberapa pewarna kosmetik
- Folikel rambut yang pecah karena kebiasaan memencet jerawat, peeling dengan bahan kimia, atau cuci muka yang terlalu sering.
- Terlalu banyak mengonsumsi produk makanan yang mengandung susu dan makanan yang tinggi lemak dan gula.
- Gaya hidup yang tidak sehat seperti begadang atau merokok.
- Malas membersihkan wajah.
- Terjadinya perubahan hormon menjelang menstruasi yang menyebabkan produksi minyak berlebihan.
- Efek dari mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti pil KB dan steroid.
3. Bruntusan
Bruntusan juga termasuk jenis jerawat white head/ papule. Bruntusan biasanya muncul di sekitar dahi, dagu, pipi. Biasanya muncul secara berkelompok dalam satu area wajah dapat juga muncul satu persatu. Bentuknya berupa bintik-bintik kecil dan berwarna kemerahan.
Faktor pemicu bruntusan
- Kurang tepat dalam membersihkan kulit wajah, meliputi : membersihkan kulit yang kurang bersih, pembersih yang tidak cocok di kulit atau produk pembersih yang digunakan kurang tepat sehingga kurang bersih dalam membersihkan kulit.
- Jarang atau tidak melakukan eksfoliasi pada wajah. Eksfoliasi berguna mengangkat sel kulit mati yang dapat menyebabkan bruntusan.
- Memakai produk yang tidak cocok dengan kulit sehingga menyebabkan bruntusan.
- Memakai produk yang berpotensi menyebabkan bruntusan, antara lain: alcohol, natural oil(olive oil, mineral oil, coconut oil) atau fragrance.
- Menggunakan produk dengan kandungan pelembab yang terlalu tinggi, seperti : vitamin E ( tocoperyl acetat), hyaluranic acid atau gliceryn.
- Tidak langsung mandi atau mencuci muka setelah melakukan aktifitas yang mengeluarkan banyak keringat, seperti olahraga.
- Menggunakan peralatan sehari hari yang tidak terjaga kebersihannya. Bisa berupa handuk, sprei, sarung bantal yang kotor dan jarang diganti, peralatan make up yang jarang dibersihkan, atau layar ponsel yang jarang atau tidak dibersihkan.
- Sering menyentuh wajah. Saat menyentuh wajah tangan kita belum tentu bersih, padahal tangan yang kotor dapat menyebabkan muka menjadi bruntusan.
Terima kasih.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar