Kota Cirebon memiliki beberapa tempat wisata sejarah yang menarik lho, diantaranya keraton Kasepuhan , keraton Kanoman, keraton Kacirebonan dan gua sunyaragi. Kali ini saya dan keluarga memutuskan untuk mengunjungi salah satunya, yaitu keraton Kasepuhan.
Sebelum masuk ke Keraton Kasepuhan kita harus membeli tiket terlebih dahulu. Harga tiketnya dibagi dalam 3 kategori, yaitu 10 ribu Rupiah untuk pelajar, 15 ribu Rupiah untuk umum dan 20 ribu Rupiah untuk wisatawan asing. Di sini juga disediakan guide untuk menemani pengunjung. Guide di sini ada 2, yaitu yang berpakaian resmi keraton dan guide yang berpakaian bebas.
Sebelum masuk ke Keraton Kasepuhan kita harus membeli tiket terlebih dahulu. Harga tiketnya dibagi dalam 3 kategori, yaitu 10 ribu Rupiah untuk pelajar, 15 ribu Rupiah untuk umum dan 20 ribu Rupiah untuk wisatawan asing. Di sini juga disediakan guide untuk menemani pengunjung. Guide di sini ada 2, yaitu yang berpakaian resmi keraton dan guide yang berpakaian bebas.
Sejarah Keraton Kasepuhan
Didirikan pada tahun 1529 oleh mas Zainul Arifin yang merupakan cicit dari Sunan Gunung Jati. Keraton Kasepuhan memiliki luas sebesar 25 hektar. Terletak di belakang alun-alun Kota Cirebon dan menghadap ke arah utara. Tepatnya beralamat di JL. Kasepuhan No.43 Kasepuhan Lemah Wungkuk Cirebon
Keraton Kasepuhan merupakan Keraton yang tertua di antara 3 keraton lainnya. Pada mulanya dibangun sebagai perluasan dari Keraton yang sudah ada sebelumnya, yaitu keraton Pakungwati. Yang paling menonjol dari Keraton ini adalah bangunannya yang didominasi oleh tembok batu bata merah. Bahkan batu bata merah ini sudah menjadi salah satu ciri khas yang digunakan pada beberapa bangunan di kota Cirebon.
Area keraton kasepuhan terdiri dari beberapa bagian. Tiap bagian banguanan keraton memiliki nama dan fungsinya masing-masing. Bagian-bagian bangunan di keraton Kasepuhan yaitu:
Pertama kali memasuki kawasan keraton kita akan menjumpai bangunan bernama Siti Hinggil. Siti Hinggil dalam bahasa Cirebon artinya lemah duwur. Di tembok bagian depan Siti Hinggil terdapat piring-piring antik yang ditempelkan pada dinding. Piring-piring ini asli berasal dari Cina dan Belanda.
Siti Hinggil memiliki 5 buah bangunan tanpa dinding. Setiap bangunan memiliki nama tersendiri yaitu:
Selain ke 5 bangunan di atas, di Siti Hinggil juga terdapat tugu batu. Tugu batu di sini diberi nama Lingga dan Yoni yang merupakan lambang kesuburan. Letak kedua tugu batu ini saling berdampingan.
Setelah Siti Hinggil, bangunan selanjutnya yaitu Tajug Agung/mushola yang berada di sebelah kanan. Sedangkan di sebelah kirinya terdapat Pengada sebagai tempat untuk menambatkan kuda.Di sebelah mushola terdapat museum keraton. Untuk memasuki museum ini, kita harus membayar tiket sebesar 25 ribu rupiah perorang.
Selanjutnya sampailah kita di area utama keraton kasepuhan. Di area utama ini terdapat beberapa bangunan dengan fungsinya masing-masing, yaitu :
1. Taman/ bunderan Dewandaru
Taman ini berbentuk lingkaran. Di sini terdapat 2 buah patung macan putih, pohon soko, sepasang meriam dan meja serta 2 buah bangku.
2. Museum Benda kuno
Berada di selatan taman Dewandaru, digunakan untuk menyimpan beberapa benda kuno milik kesultanan kasepuhan. Di sini terdapat beberapa senjata keraton seperti tombak, meriam, keris. Ada pula benda kuno lainnya seperti gong dan bagan tentang silsilah kesultanan cirebon yang dipajang di tembok.
3. Bangsal keraton
Pengunjung dilarang masuk di area ini. Jadi, kita hanya bisa melihat area bangsal melalui jendela kecil di sisi bangunan. Bangunan ini di dominasi oleh warna hijau pada jendela,pintu serta tiang-tiang di dalam bagunan. Di dalamnya terdapat kursi-kursi antik dengan berbagai ornamen lainnya.
4. Museum Kereta Singa Barong
Digunakan untuk menyimpan kereta kencana Kesultanan Cirebon. Kereta ini dikenal dengan nama kereta Singa Barong. Di dalam museum juga terdapat lukisan prabu Siliwangi.
5. Dalem Agung Pakungwati
Area ini merupakan cikal bakal dari keberadaan keraton yang ada sekarang ini. Karena keraton yang ada sekarang merupakan perluasan dari keraton pakungwati. Untuk memasuki area ini kita harus membayar tiket lagi sebesar 10 ribu rupiah. Sayangnya pada saat itu kami tidak tahu adanya area ini. Jadi, kami tidak ke area ini.
Mengunjungi keraton Kasepuhan memberikan nuansa berbeda dari tempat wisata yang biasa kami kunjungi. Selain bangunannya yang masih terjaga dengan baik, tempat ini juga bersih dan asri. Jumlah pengunjung yang tidak berjubel membuat kami bisa lebih menjelajahi area keraton dengan nyaman.
Jadi, jangan lupa untuk menyempatkan diri, mampir ke keraton Kasepuhan kalau sedang mengunjungi kota Cirebon.
Area keraton kasepuhan terdiri dari beberapa bagian. Tiap bagian banguanan keraton memiliki nama dan fungsinya masing-masing. Bagian-bagian bangunan di keraton Kasepuhan yaitu:
Area Depan
Pertama kali memasuki kawasan keraton kita akan menjumpai bangunan bernama Siti Hinggil. Siti Hinggil dalam bahasa Cirebon artinya lemah duwur. Di tembok bagian depan Siti Hinggil terdapat piring-piring antik yang ditempelkan pada dinding. Piring-piring ini asli berasal dari Cina dan Belanda.
![]() |
| Area depan Siti Hinggil |
Siti Hinggil memiliki 5 buah bangunan tanpa dinding. Setiap bangunan memiliki nama tersendiri yaitu:
- Malang Semirang sebagai tempat Sultan untuk melihat prajurit latihan dan saat pelaksanaan hukuman.
- Mande Semar Tinandu sebagai tempat untuk penasehat Sultan.
- Mande Karesman sebagai tempat untuk gamelan/pengiring tetabuhan. Di sini juga tempat untuk membunyikan gamelan sekaten.
- Pandawa Lima sebagai tempat pengawal pribadi Sultan.
- Mande Penging sebagai tempat pengiring Sultan.
![]() |
| Bangunan-bangunan di Siti Hinggil |
Selain ke 5 bangunan di atas, di Siti Hinggil juga terdapat tugu batu. Tugu batu di sini diberi nama Lingga dan Yoni yang merupakan lambang kesuburan. Letak kedua tugu batu ini saling berdampingan.
| Lingga dan Yoni |
Setelah Siti Hinggil, bangunan selanjutnya yaitu Tajug Agung/mushola yang berada di sebelah kanan. Sedangkan di sebelah kirinya terdapat Pengada sebagai tempat untuk menambatkan kuda.Di sebelah mushola terdapat museum keraton. Untuk memasuki museum ini, kita harus membayar tiket sebesar 25 ribu rupiah perorang.
![]() |
| Tajug/Mushola di Keraton Kasepuhan |
Area Utama
1. Taman/ bunderan Dewandaru
Taman ini berbentuk lingkaran. Di sini terdapat 2 buah patung macan putih, pohon soko, sepasang meriam dan meja serta 2 buah bangku.
![]() |
| Taman Dewandaru |
2. Museum Benda kuno
Berada di selatan taman Dewandaru, digunakan untuk menyimpan beberapa benda kuno milik kesultanan kasepuhan. Di sini terdapat beberapa senjata keraton seperti tombak, meriam, keris. Ada pula benda kuno lainnya seperti gong dan bagan tentang silsilah kesultanan cirebon yang dipajang di tembok.
3. Bangsal keraton
Pengunjung dilarang masuk di area ini. Jadi, kita hanya bisa melihat area bangsal melalui jendela kecil di sisi bangunan. Bangunan ini di dominasi oleh warna hijau pada jendela,pintu serta tiang-tiang di dalam bagunan. Di dalamnya terdapat kursi-kursi antik dengan berbagai ornamen lainnya.
| Kursi-kursi dibagian dalam bangsal keraton Kasepuhan |
| Tangga di area dalam bangsal keraton Kasepuhan |
4. Museum Kereta Singa Barong
Digunakan untuk menyimpan kereta kencana Kesultanan Cirebon. Kereta ini dikenal dengan nama kereta Singa Barong. Di dalam museum juga terdapat lukisan prabu Siliwangi.
5. Dalem Agung Pakungwati
Area ini merupakan cikal bakal dari keberadaan keraton yang ada sekarang ini. Karena keraton yang ada sekarang merupakan perluasan dari keraton pakungwati. Untuk memasuki area ini kita harus membayar tiket lagi sebesar 10 ribu rupiah. Sayangnya pada saat itu kami tidak tahu adanya area ini. Jadi, kami tidak ke area ini.
Mengunjungi keraton Kasepuhan memberikan nuansa berbeda dari tempat wisata yang biasa kami kunjungi. Selain bangunannya yang masih terjaga dengan baik, tempat ini juga bersih dan asri. Jumlah pengunjung yang tidak berjubel membuat kami bisa lebih menjelajahi area keraton dengan nyaman.
Jadi, jangan lupa untuk menyempatkan diri, mampir ke keraton Kasepuhan kalau sedang mengunjungi kota Cirebon.





Where to bet on football in Indonesia | Dafabet | legalbet
BalasHapusBet on football in Indonesia · ボンズ カジノ BONANZA · BETFAIR · 코인카지노 DAFTAR · 다파벳 DASLAMABADI · DASOLANDI · DIANGELI · DANAMBAI · DASOLANDI · DANAMBAI · DASOLANDI · DANAMBAI.