Halaman

Selasa, 27 Agustus 2019

Tips sukses membuat bolu gulung memakai oven tangkring




Siapa sih yang tidak menyukai bolu gulung? Bolu gulung atau yang biasa disebut Roll cake, merupakan salah satu kue klasik di Indonesia yang banyak peminatnya. Apalagi saat ini varian bolu gulung sudah sangat berkembang, dari yang manis, asin ataupun gurih.
Walaupun kelihatannya hanya cake yang diroll, kenyataannya banyak orang yang masih kesulitan dan enggan membuat bolu gulung. Yang paling umum biasanya kesulitan untuk mendapatkan hasil roll yang mulus, apalagi jika hanya memakai oven kompor.  Dulu, saya termasuk orang yang males membuat bolu gulung. Selain karena sering gagal dalam proses penggulungan, juga karena resep yang ada sebagiah besar memakai kuning telur yang banyak. Tetapi, setelah ikut bergabung dengan beberapa grup masak di fb saya jadi ikut tertantang untuk menaklukan si bolu gulung ini.

Dari grup memasak di fb saya jadi tahu banyak tentang teknik pembuatan bolu gulung. Banyak member yang baik hati memberikan banyak tips dan resep ekonomis untuk membuat sibolu gulung ini. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita akan membuat bolu gulung. Terutama jika oven yang kita pergunakan berupa oven kompor. Ini karena hasil akhir dari oven kompor yang berbeda-beda, maka kita harus mengenali oven kita terlebih dahulu.
Berikut beberapa tips sukses membuat bolu gulung, memakai oven kompor.

1. Proses pengocokan


Dalam pembutan bolu gulung ada 2 cara yang biasa digunakan. Ada yang memakai metode all in one  dan ada juga yang telurnya dikocok secara terpisah. Jika  menggunakan metode all in one ,  telur dikocok   sampai putih  berjejak  saja. Ini karena kita hanya menginginkan kue bolu lentur bukan mengembang sempurna. Dan apabila metodenya telur dimixer terlebih dahulu, mixerlah sampai putih berjejak saja jangan sampai hard peak.

2. Penggunaan olesan loyang


Mungkin terlihat sederhana ya, tetapi menurut saya penggunaan olesan loyang juga penting. Sebelumnya saya selalu memakai kertas roti yang dioles margarin dan ditaburi tepung tipis. Tetapi setelah bolu matang seringkali menempel dan terbawa saat kertas di tarik. Namun, semenjak loyang hanya dioles dengan carlo buatan sendiri, Alhamdulillah bagian bawah bolu mulus dan gampang dilepas meskipun tanpa di beri alas kertas roti.
Resep   carlo home made terdiri dari : 1 sdm margarin, 1 sdm minyak goreng dan 1sdm tepung terigu. Semuanya dicampur dan diaduk sampai halus. Jika lebih bisa disimpan dalam lemari es, dan dibiarkan dalam suhu ruangan sebelum di gunakan

3. Teknik pengovenan


Ini adalah bagian yang paling penting dalam pembuatan bolu gulung. Kalau menggunakan otrik lebih mudah karena suhunya yang bisa diatur dan merata, berbeda dengan oven gas. Jika menggunakan oven gas loyang diletakan di rak paling atas. Sedangkan rak bagian bawah diberi wadah yang sudah diberi air. Tujuannya untuk menjaga bolu tetap lembab dan tidak kering, sehingga lebih mudah untuk digulung. Selain itu loyang juga harus diputar untuk mendapatkan warna yang merata.

4. Teknik penggulungan


Ada beberapa cara untuk menggulung bolu gulung. Ada yang memakai serbet dan kertas roti. Untuk teknik menggulung, gulunglah bolu dalam keadaan masih panas atau hangat. Ada juga yang menggulung bolu langsung setelah keluar dari oven dan ditunggu hangat baru diberi isian. Tetapi saya lebih sreg menggulung langsung  dengan isian, karena hasilnya lebih mulus. Kalau digulung dahulu kadang2  setelah diberi isian gulungan kedua ada bagian yang pecah.

Itulah beberapa  trik utuk membuat bolu gulung menggunakan oven gas yang bisa dicoba di rumah. Kuncinya kita harus mengenali oven kita sendiri. Karena oven  kompor panasnya tidak sama satu sama lain. Semoga trik-trik tersebut bisa bermanfaat.

Terima kasih.


Kamis, 28 Maret 2019

Menelusuri Jejak Sejarah di Keraton Kasepuhan Cirebon






Kota Cirebon memiliki beberapa tempat wisata sejarah yang menarik lho, diantaranya keraton Kasepuhan , keraton Kanoman, keraton Kacirebonan dan gua sunyaragi. Kali ini saya dan keluarga memutuskan untuk mengunjungi salah satunya, yaitu keraton Kasepuhan.

Sebelum masuk ke Keraton Kasepuhan kita harus membeli tiket terlebih dahulu. Harga tiketnya dibagi dalam 3 kategori, yaitu 10 ribu Rupiah untuk pelajar, 15 ribu Rupiah untuk umum dan 20 ribu Rupiah untuk wisatawan asing. Di sini juga disediakan guide untuk menemani pengunjung. Guide di sini ada 2, yaitu yang berpakaian resmi keraton dan guide yang berpakaian bebas.

Sejarah Keraton Kasepuhan


Didirikan pada tahun 1529 oleh mas Zainul Arifin yang merupakan cicit dari Sunan Gunung Jati. Keraton Kasepuhan memiliki luas sebesar 25 hektar. Terletak di belakang alun-alun Kota Cirebon dan menghadap ke arah utara. Tepatnya beralamat di JL. Kasepuhan No.43 Kasepuhan Lemah Wungkuk Cirebon

Keraton Kasepuhan merupakan Keraton yang tertua di antara 3 keraton lainnya. Pada mulanya dibangun sebagai perluasan dari Keraton yang sudah ada sebelumnya, yaitu keraton Pakungwati. Yang paling menonjol dari Keraton ini adalah bangunannya yang didominasi oleh tembok batu bata merah. Bahkan batu bata merah ini sudah menjadi salah satu ciri khas yang digunakan pada beberapa bangunan di  kota Cirebon.

Area keraton kasepuhan terdiri dari beberapa bagian. Tiap bagian banguanan keraton memiliki nama dan fungsinya masing-masing. Bagian-bagian bangunan di keraton Kasepuhan yaitu:

Area Depan


Pertama kali memasuki kawasan keraton kita akan menjumpai bangunan bernama Siti Hinggil. Siti Hinggil dalam bahasa Cirebon artinya lemah duwur. Di tembok bagian depan Siti Hinggil terdapat piring-piring antik yang ditempelkan pada dinding. Piring-piring ini asli berasal dari Cina dan Belanda.



Area depan Siti Hinggil
Area depan Siti Hinggil


Siti Hinggil memiliki 5 buah bangunan tanpa dinding. Setiap bangunan memiliki nama tersendiri yaitu:

  1. Malang Semirang sebagai tempat Sultan untuk melihat prajurit latihan dan saat pelaksanaan       hukuman.
  2. Mande Semar Tinandu sebagai tempat untuk penasehat Sultan.
  3. Mande Karesman sebagai tempat untuk gamelan/pengiring tetabuhan. Di sini juga tempat untuk         membunyikan gamelan sekaten.
  4. Pandawa Lima sebagai tempat pengawal pribadi Sultan.
  5. Mande Penging sebagai tempat pengiring Sultan.


Bangunan-bangunan di Siti Hinggil
Bangunan-bangunan di Siti Hinggil






Selain ke 5 bangunan di atas, di Siti Hinggil juga terdapat tugu batu. Tugu batu di sini diberi nama Lingga dan Yoni yang merupakan lambang kesuburan. Letak kedua tugu batu ini saling berdampingan.


Lingga dan Yoni
Lingga dan Yoni


Setelah Siti Hinggil, bangunan selanjutnya yaitu Tajug Agung/mushola yang berada di sebelah kanan. Sedangkan di sebelah kirinya terdapat Pengada sebagai tempat untuk menambatkan kuda.Di sebelah mushola terdapat museum keraton. Untuk memasuki museum ini, kita harus membayar tiket sebesar 25 ribu rupiah perorang.



Tajug/Mushola di Keraton kasepuhan
Tajug/Mushola di Keraton Kasepuhan


Area Utama


Selanjutnya sampailah kita di area utama keraton kasepuhan. Di area utama ini terdapat beberapa bangunan dengan fungsinya masing-masing, yaitu :
1. Taman/ bunderan Dewandaru
Taman ini berbentuk lingkaran. Di sini terdapat 2 buah patung macan putih, pohon soko, sepasang       meriam dan meja serta 2 buah bangku.


Taman Dewandaru
Taman Dewandaru



2. Museum Benda kuno
Berada di selatan taman Dewandaru, digunakan untuk menyimpan beberapa benda kuno milik kesultanan kasepuhan. Di sini terdapat beberapa  senjata keraton seperti tombak, meriam, keris. Ada pula benda kuno lainnya seperti gong dan bagan tentang silsilah kesultanan cirebon yang dipajang di tembok.

3. Bangsal keraton
Pengunjung dilarang masuk di area ini. Jadi, kita hanya bisa melihat area bangsal melalui jendela kecil di sisi bangunan. Bangunan ini di dominasi oleh warna hijau pada jendela,pintu serta tiang-tiang di dalam bagunan. Di dalamnya terdapat kursi-kursi antik dengan berbagai ornamen lainnya.


Kursi-kursi di bagian dalam keraton Kasepuhan
Kursi-kursi dibagian dalam bangsal keraton Kasepuhan



Tangga di area dalam keraton Kasepuhan
Tangga  di area dalam bangsal keraton Kasepuhan



4. Museum Kereta Singa Barong
Digunakan untuk menyimpan kereta kencana Kesultanan Cirebon. Kereta ini dikenal dengan nama kereta Singa Barong. Di dalam museum juga terdapat lukisan prabu Siliwangi.

5. Dalem Agung Pakungwati
Area ini merupakan cikal bakal dari keberadaan keraton yang ada sekarang ini. Karena keraton yang ada sekarang merupakan perluasan dari keraton pakungwati. Untuk memasuki area ini kita harus membayar tiket lagi sebesar 10 ribu rupiah. Sayangnya pada saat itu kami tidak tahu adanya area ini. Jadi, kami tidak ke area ini.

Mengunjungi keraton Kasepuhan memberikan nuansa berbeda dari tempat wisata yang biasa kami kunjungi. Selain bangunannya yang masih terjaga dengan baik, tempat ini juga bersih dan asri. Jumlah pengunjung yang tidak berjubel membuat kami bisa lebih menjelajahi area keraton dengan nyaman.
Jadi, jangan lupa untuk menyempatkan diri, mampir ke keraton Kasepuhan kalau sedang mengunjungi kota Cirebon.










Sabtu, 19 Januari 2019

REVIEW : Shampo Vienna Blue Horse Herbal Growth




Shampo Vienna Blue Horse Herbal Growth

Shampo Vienna Blue Horse Herbal Growth



Memiliki rambut yang kuat,  sehat dan lebat merupakan dambaan bagi wanita ataupun pria. Apalagi bagi wanita, rambut merupakan salah satu point penting dalam penampilan. Dan, meskipun saya berhijab memiliki rambut yang sehat dan lebat menurutku sih tetap diperlukan. Rambut yang sehat dan lebat membuat kita jadi lebih percaya diri.

Sebagai pemilik rambut berjenis tipis dan sedikit, saya jadi suka hunting shampo penyubur rambut. Nah, shampo Vienna  ini adalah salah satu hasil pencarin saya. Shampo Vienna Blue Horse merupakan produk lokal ya. Ada 4 varian dari shampo Vienna Blue horse, yaitu: hair fall control, nourish& repair,silky&smooth dan herbal growth. Untuk yang akan di review kali ini tentunya varian yang herbal growth. Berikut ulasan shampo Vienna Blue horse herbal growth.

Kemasan

Shampo Vienna Blue Horse herbal growth dikemas dalam botol berwarna putih, dengan label perpaduan dari warna biru dongker dan hijau. Dilengkapi pula dengan gambar seekor kuda pada kemasannya. Botolnya cukup besar, setiap botol isinya sekitar 350ml. Dan shampo ini hanya memiliki satu jenis kemasan ini saja.

Kandungan dan Khasiat

Berikut adalah keterangan dari shampo Vienna Blue Horse herbal growth menurut label yang tertera pada kemasannya.
Shampo dengan perawatan intensif membersihkan dan merawat rambut serta kulit kepala. Diformulasikan dengan nutritive oil alami minyak kemiri yang telah dikenal sejak jaman dahulu untuk membantu pertumbuhan rambut hitam dan tebal. Dengan Hair Growth dan Anti-hair loss complex untuk menutrisi dan membantu perawatan rambut rontok dan pertumbuhan rambut. Menutrisi dan merawat rambut agar tampak segar, lebat dan panjang.



Shampo Vienna Blue Horse Herbal Growth

Komposisi Shampo Vienna Blue Horse Herbal Growth



Harga
Harga dari shampo ini cukup murah menurut saya. Berkisar antara 32ribu sampai 38ribuan, kita bisa mendapatkan shampo sebanyak 350 ml. Harga yang saya cantumkan di sini berdasarkan harga di toko online. Karena saya juga membelinya di toko online, di pasaran sepertinya masih agak susah untuk dijumpa.

Warna dan Aroma

Shampo ini memiliki warna biru kehijau-hijauan. Aromanya herbal, mirip dengan aroma jamu tetapi tidak terlalu menyengat. Teksturnya lebih cair dari shampo-shampo pada umumnya.



Shampo Vienna Blue Horse Herbal Growth

Tekstur dan warna Shampo Vienna Blue Horse Herbal Growth



Hasil dan Kesimpulan

Saya menggunakan shampo ini setiap 2 hari sekali. Selama sebulan pemakaian mulai terlihat hasilnya, terlihat ada pertumbuhan rambut baru. Dan yang saya sukai lagi, shampo ini tidak menimbulkan ketombe dan tidak membuat rambut menjadi lepek.
Kesimpulannya saya sangat menyukai hasil dari shampo ini. Selain hasilnya sesuai dengan klaimnya, harganya juga sangat terjangakau dan hemat. Satu botol shampo bisa digunakan selama 2 bulan lebih. Jadi, shampo Vienna Blue Horse Herbal Growth ini bisa jadi rekomendasi untuk kamu yang sedang mencari shampo penyubur rambut.

Selamat mencoba.....

Minggu, 13 Januari 2019

Merasakan Suasana Eropa di The Village Purwokerto


Merasakan nuansa Eropa di The Village Purwokerto

Akhir tahun merupakan musim yang identik dengan masa-masa libur dan wisata. Begitu juga dengan keluarga kami, apalagi liburan akhir tahun ini cukup panjang.  Waktunya bertepatan dengan libur akhir semester dan hari natal. Pada tahun ini kami memilih Purwokerto sebagai tujuan wisata. Tujuan awalnya sebenarnya ke Baturaden. Namun karena saat itu hujan sangat lebat, kami mengurungkan niat dan memilih putar balik. Mampir ke The Village ini juga tidak disengaja. Pada saat kami hendak menuju Baturaden sebenarnya sudah melewati The Village. Tapi saat itu kami belum ngeh kalau itu tempat wisata. Baru pada saat kami putar balik dan melihat bangunan tersebut, kami buru-buru browsing karena penasaran juga sebenarnya.

Setelah browsing akhirnya kami memutuskan untuk mampir ke The Village. Ternyata keputusan kami yang dadakan ini tidak salah. The Village memberikan kami sesuatu yang berbeda dan membuat kami ingin kembali kesini lagi.



Jadi, The Village merupakan tempat wisata yang tergolong masih baru di Purwokerto. Diresmikan pada tanggal 7 Februari 2018. Lokasinya berada di Jl. Raya Baturaden Km.7 Kecamatan Baturaden, Banyumas Purwokerto.
Dengan luas 2, 8 hektar, banyak hal yang bisa kita nikmati di sini. Tampak depan, bangunan The Village terlihat sangat mencolok. Ini  karena bentuk bangunannya yang mirip dengan kastil-kastil di Eropa. The Village menawarkan banyak spot-spot foto keren yang instragamable.  Selain itu, ada juga danau buatan yang di desain mirip dengan sungai Siene di Perancis. Lengkap dengan jembatan-jembatan Indah yang cocok untuk tempat foto. Kamu juga bisa mengelilingi danau buatan ini menggunakan  perahu dengan membayar tiket sebesar Rp. 14.000.


Di sini tempatnya juga termasuk yang ramah anak. Jalannya lebar dan tertata dengan bagus. Jadi, bagi keluarga yang sekedar ingin jalan-jalan saja bisa lebih leluasa. Tersedia pula bangku dan kursi untuk melepas lelah. Kursi dan bangku ini bisa kamu temukan di pinggir danau dan di sekitar food court. Selain perahu, di sini juga disediakan kereta mini yang bisa kamu gunakan untuk berkeliling.


The Village Purwokerto

Spot foto  yang instagrammable






Selain itu di The Village terdapat pula kebun binatang mini. Kebun binatang ini dapat kamu nikmati secara gratis, kecuali di bird dome yang harus membeli tiket jika kamu ingin menikmatinya.Di sini terdapat beberapa binatang seperti, kuda, domba, burung merak, rusa, sapi, dan kelinci.  Kamu juga bisa memberi makan hewan tersebut dengan membeli makanan yang disediakan oleh pihak pengelola.


The Village Purwokerto

Bermain bersama domba di kebun binatang mini





Di The Village juga terdapat aneka permainan anak2 seperti, komidi putar, perahu, kereta mini dll. Tetapi, untuk bisa menikmati aneka permainan tersebut kita harus membeli tiket dahulu. Disini juga disediakan penyewaan kostum baju negara Belanda. Jadi kamu bisa berfoto dengan memakai kostum tersebut.





Tiket masuk The Village pada hari biasa sebesar Rp.10.000 pada hari biasa dan Rp.18.000 saat weekend. Buka mulai pukul 10.00-21.00 pada hari biasa. Sedangkan saat weekend buka mulai pukul 09.00-22.00. Jika kamu mengunjungi The Village pada malam hari, kamu juga akan diminta  uang tiket tambahan sebesar Rp.5.000. Selain itu kamu juga mendapatkan kupon gratis minuman kopi untuk setiap tiket. Kupon ini bisa kamu tukarkan di Food Court.

The Village Purwokerto sangat cocok dinikmati oleh semua anggota keluarga. Karena disini komplit, ada  tempat foto yang menarik juga hewan-hewan lucu yang pastinya disukai anak-anak.  Selain itu suasana dan pemandangan di The Village yang mirip dengan yang ada di Eropa memberi nuansa yang berbeda.

Selamat berwisata......