Halaman

Rabu, 06 Desember 2017

Obat herbal cina pasca operasi caesar, perlukah?

    

                 

Momen melahirkan merupakan salah satu pengalaman hidup yang paling berkesan bagi seorang ibu sepanjang hidupnya. Dan setiap ibu pasti menginginkan bisa melahirkan secara lancar dan normal. Namun dalam kenyataannya, banyak ibu di luar sana yang akhirnya harus menjalani bedah caesar untuk melahirkan. Penyebab utama ibu melahirkan dengan operasi caesar dikarenakan karena alasan kesehatan. Baik itu yang menyangkut kesehatan sang ibu atau juga janin yang dikandungnya, walaupun tidak bisa dipungkiri masih ada saja ibu yang ingin melahirkan secara caesar karena faktor lain, seperti pemilihan tanggal yang baik.

Saya termasuk salah satu ibu yang harus melahirkan secara caesar bahkan dua kali berturut-turut. Sangat sedih sebenarnya, ketika akhirnya saya harus memutuskan harus operasi caesar. Ditambah tanggapan orang-orang di luar sana yang masih saja menganggap orang yang melahirkan secara caesar karena salah ibunya. Padahal mereka tidak tahu banyak ibu yang berjuang untuk melahirkan normal sebelum akhirnya dokter memutuskan harus menjalani operasi caesar.

Anak pertama saya dilahirkan secara caesar karena proses induksi yang gagal setelah menunggu selama 24 jam, namun tidak ada kemajuan pembukaan. Usia kandungan saya saat itu lebih dari 1 minggu menurut HPL. Kondisi janin menurut diagnosa dokter adalah detak jantungnya sudah tidak teratur dan terjadi pengapuran pada plasenta. Sedangkan anak kedua juga dilahirkan lewat bedah caesar setelah saya bertahan 20 jam lebih untuk melahirkan secara normal. Namun akhirnya dokter memutuskan operasi caesar juga karena air ketuban sudah pecah dan tidak ada kemajuan pembukaan selama hampir 10 jam. Dan dari dari dua kali waktu menunggu sebelum akhirnya di caesar saya juga merasakan sakitnya kontraksi sama seperti ibu-ibu lain yang melahirkan normal. Dan sebenarnya ini sedikit membuat saya bingung, karena kontraksi yang sangat hebat tersebut terjadi diawal- awal pembukaan. Padahal kalau menurut cerita yang saya dengar pada pembukaan awal biasanya tidak terlalu terasa. Bahkan masih bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

Di kalangan ibu-ibu yang melahirkan secara caesar ada yang memilih untuk menggunakan obat herbal cina untuk membantu pemulihan pasca operasi. Obat ini diklaim dapat mempercepat penyembuhan luka operasi caesar agar cepat kering dan tidak infeksi serta membantu daya tahan ibu yang melahirkan. Harganya cukup lumayan mahal lho, waktu anak pertama saya lahir harganya sekitar 400 ribuan. Sekarang harganya antara 900-1jutaan. Kalau dahulu biasanya dijual di apotik-apotik tertentu saja, tetapi sekarang sudah banyak juga yang dijual di toko online. Para ibu yang menggunakan obat herbal cina ini biasanya tahu dari sesama ibu lain yang melahirkan secara caesar, tetapi menurut saudara saya dia dianjurkan oleh perawat di rumah sakit untuk menggunakan obat tersebut.

Baca juga : Perjuangan melancarkan ASI yang sedikit

Walaupun dua kali melahirkan secara caesar, tetapi saya belum pernah mengkonsumsi obat herbal tersebut. Hal itu dikarenakan pada saat melahirkan anak pertama proses pemulihan saya sangat cepat, bahkan orang-orang tidak mengira saya melahirkan secara caesar. Setelah anak kedua saya lahir saya juga tidak tertarik menggunakan obat  cina tersebut. Itu dikarenakan sebelumnya ada pengalaman ibu-ibu yang mengkonsumsi obat herbal cina ini dan ASInya menjadi sedikit bahkan katanya rasanya berubah, sehingga anaknya tidak mau menyusui lagi.

Selain saya, adik saya juga melahirkan secara caesar sudah 3 kali. Bahkan jaraknya tidak terlampau jauh, yaitu hanya 4 dan 2 tahun saja. Dan kami semuanya tidak mengkonsumsi obat herbal cina tersebut. Padahal adik saya pada operasi caesar anak  pertama dan kedua mengalami alergi oleh benang jahitnya. Pada operasi caesar yang pertama lukanya bernanah, sehingga selama sebulan sehari 2 kali lukanya harus dibersihkan, dioles obat dan diganti perban. Untuk operasi yang kedua hanya diberi obat saja dan dokter menyarankan adik saya untuk mengkonsumsi 5 butir telur rebus setiap harinya. Dan alhamdulillah bekas luka operasinya sampai sekarang tidak ada keluhan.

Saya juga pernah berkonsultasi dengan dokter tentang obat herbal cina untuk pasca caesar ini. Dan menurut dokter, kandungan utama dari obat cina ini sebenarnya adalah albumin. Albumin adalah salah satu jenis protein yang sangat penting dalam proses penyembuhan jaringan sel yang terbelah, seperti luka operasi atau pembedahan. Banyak bahan pangan yang mengandung albumin. Baik itu dari buah-buahan, seperti: apel, pisang, jambu merah, kurma, alpukat, buah naga, manggis. Dari sayur-sayuran, seperti: brokoli, bayam, asparagus, kentang, kembang kol, kecambah, buncis, jagung manis, jamur. Dari daging-dagingan, seperti: ikan tuna, ikan lele, ikan gabus, ikan salmon, ayam, sapi, belut, kelinci.

Baca juga : Mengenal gejala Chinese Restaurant Syndrome

Dari semua sumber albumin tersebut, bahan makanan yang memiliki kandungan paling tinggi adalah ikan gabus. Menurut penelitian Prof. Dr. Ir. Eddy suprayitno, kandungan albumin dalam 100 gram ikan gabus mencapai 25,2 gram. Lebih tinggi dari bahan pangan yang lain seperti, telur 12,8 gram, daging ayam 18,2 gram dan daging sapi 18,8 gram.  Saat ini kita tidak harus mengonsumsi ikan gabus secara langsung untuk mendapatkan khasiat albumin. Sekarang ini sudah banyak dijual ekstrak ikan gabus dalam bentuk siap minum.

Jadi sekarang terserah kita, mau mengonsumsi obat herbal cina tersebut atau tidak. Namun menurut pengalaman saya, tanpa mengonsumsi obat tersebut pun luka operasi bisa sembuh dengan baik. Dengan catatan kita harus memperhatikan pola makan kita yaitu memperbanyak makanan yang mengandung protein terutama yang mengandung zat albumin. Jika masih ragu-ragu mengonsumsi obat herbal cina bisa diganti alternatif lain yaitu mengonsumsi ekstrak albumin ikan gabus dalam bentuk kapsul. Dan jika kita mau mengonsumsi obat herbal cina sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter. Mengingat ada beberapa kasus mengonsumsi obat herbal ini mempengaruhi jumlah dan rasa pada ASI.

Terima kasih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar