Halaman

Selasa, 17 Juli 2018

Mengenal Gejala Chinese Restaurant Syindrom




Pernahkah Anda pernah mengalami pusing-pusing, migren, keluar keringat dingin setelah menyantap baso, mie ayam atau makanan lain yang terasa gurih? Jika Anda pernah mengalaminya, bisa jadi Anda terkena gejala Chinese restaurant syndrome. Chinese Restaurant syndrome adalah sekumpulan gejala yang dialami seseorang setelah mengonsumsi makanan dari restauran cina. Karena saat pertama kali ditemukan, syndrome ini banyak dialami oleh orang yang banyak mengonsumsi makanan dari restauran Cina.  Gejalanya antara lain :
  • Nyeri di kepala
  • Kulit yang kemerahan
  • Keluarnya keringat 
  • Rasa terbakar di mulut dan tenggorokan
  • Mual
  • Sesak nafas
Penyebab dari syndrome ini diperkirakan dari MSG yang banyak digunakan dalam masakan chinese food. Kita bisa mengalami gejala ini setelah beberapa menit dan bertahan dalam hitungan jam atau seharian setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG tinggi.

Ada 2 kelompok yang mengalami reaksi dari konsumsi MSG ini.
1. Kelompok pertama adalah orang-orang yang memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap MSG. Orang pada kelompok ini akan mengalami gejala-gejala seperti di atas jika mengonsumsi MSG meskipun dalam jumlah yang sedikit. Dan anak-anak termasuk golongan yang memiliki sensitivitas yang tinggi. Oleh karena itu, konsumsi MSG pada bayi dan anak-anak harus dibatasi bahkan sebaiknya tidak sama sekali.

2. Kelompok kedua adalah bagi penderita alergi terutama penderita asma. Bagi penderita asma konsumsi MSG dapat meningkatkan resiko serangan asma.

Penanganan gejala Chinese Restaurant Syndrome tergantung dari berat ringannya gejala yang dirasakan. Jika gejalanya ringan seperti pusing-pusing, kita bisa mengonsumsi obat pereda sakit kepala yang dijual bebas dan memperbanyak minum air putih untuk mempercepat pengeluaran MSG dalam tubuh. Sedangkan jika kita mengalami gejala yang berat seperti jantung berdebar-debar atau sesak nafas sebaiknya segera menghubungi dokter.

Walaupun masih terjadi pro dan kontra dalam penggunannya, MSG atau masyarakat kita mengenalnya sebagai vetsin sebenarnya aman dikonsumsi jika tidak berlebihan dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Tetapi jika kita mengalami gejala-gejala tersebut seperti di atas sebaiknya kita menghindari atau mengurangi konsumsi MSG dalam makanan kita. 


Senin, 09 Juli 2018

6 Tips Dalam Pembuatan Kue Kering

Kue kering sangat identik dengan makanan khas hari raya seperti lebaran atau natal. Meskipun lebaran sudah lewat, saya akan membagikan beberap tips yang bisa para kita lakukan jika ingin mulai belajar membuat kue kering sendiri di rumah. Tips ini digunakan untuk mendapatkan kue kering yang lebih renyah, lebih tahan lama dan menarik penampilannya.

1. Gunakan tepung terigu berprotein rendah
          Tepung terigu memiliki tiga jenis yaitu tepung terigu berprotein rendah, sedang dan tinggi. Tepung terigu berprotein tinggi biasanya digunakan untuk membuat roti,mie dan pasta. Tepung terigu protein sedang digunakan untuk membuat aneka kue. Sedangkan tepung terigu berprotein rendah digunakan untuk aneka gorengan dan kue kering. Contoh tepung terigu berprotein rendah dipasaran adalah merk 'kunci'.
2. Menyangrai tepung
       Fungsi menyangrai tepung adalah untuk mengurangi kadar air dalam tepung terigu, sehingga kue kering yang dihasilkan lebih renyah dan awet.
3. Minimalisir penggunaan tangan
    Pada saat mencampur adonan gunakanlah sendok atau spatula. Hal ini untuk mencegah adonan terkena panas yang berasal dari telapak tangan. Hal ini untuk mencegah kue kering yang dihasilkan menjadi keras teksturnya.
4. Teknik mengoles kuning telur
          Agar menghasilkan olesan kuning telur yang halus dan tidak retak-retak, pengolesan kuning telur dilakukan setelah kue kering dipanggang  terlebih dahulu. Caranya, setelah dibentuk kue kering dimasukan ke dalam oven sampai agak matang tapi belum kecoklatan warnanya. Kemudian kue kering diangin anginkan lalu diolesi dengan kuning telur . Setelah itu kue kering dimasukan kembali ke dalam oven dan dipanggang sebentar sampai olesan kuning telur berwarna kuning keemasan. 
5. Buatlah isian sendiri
          Isian kue seperti nastar biasanya adalah selai. Memang di pasaran banyak tersedia selai siap jadi. Tapi untuk memperoleh rasa dan tekstur yang pas sebaiknya kita membuat sendiri. Karena selain asli tanpa campuran kita juga bisa membuat perbandingan yang pas antara rasa asam dan manisnya. Sedangkan di pasaran, selai yang dijual kebanyakan rasanya terlalu manis.
6. Panaskan oven terlebih dahulu
              Dalam membuat kue baik itu kue kering apalagi kue jenis cake, memanaskan oven adalah wajib hukumnya. Karena jika kue kering dipanggang dalam keadaan oven masih dingin akan mempengaruhi hasilnya. Meskipun tetap matang, tetapi kue kering teksturnya kurang sempurna dan matangnya tidak merata karena ada perubahan suhu yang ekstrim ketika memanggang. Panaskanlah oven selama 10 sampai 15 menit sebelum oven digunakan.

          Membuat kue kering sebenarnya mudah, tingkat kegagalannya juga relatif kecil. Semoga dengan tips di atas dapat membantu bagi anda yang ingin membuat kue kering sendiri.


Artikel ini dapat dibaca di emakpintar.org