Pernahkah Anda pernah mengalami pusing-pusing, migren, keluar keringat dingin setelah menyantap baso, mie ayam atau makanan lain yang terasa gurih? Jika Anda pernah mengalaminya, bisa jadi Anda terkena gejala Chinese restaurant syndrome. Chinese Restaurant syndrome adalah sekumpulan gejala yang dialami seseorang setelah mengonsumsi makanan dari restauran cina. Karena saat pertama kali ditemukan, syndrome ini banyak dialami oleh orang yang banyak mengonsumsi makanan dari restauran Cina. Gejalanya antara lain :
- Nyeri di kepala
- Kulit yang kemerahan
- Keluarnya keringat
- Rasa terbakar di mulut dan tenggorokan
- Mual
- Sesak nafas
Ada 2 kelompok yang mengalami reaksi dari konsumsi MSG ini.
1. Kelompok pertama adalah orang-orang yang memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap MSG. Orang pada kelompok ini akan mengalami gejala-gejala seperti di atas jika mengonsumsi MSG meskipun dalam jumlah yang sedikit. Dan anak-anak termasuk golongan yang memiliki sensitivitas yang tinggi. Oleh karena itu, konsumsi MSG pada bayi dan anak-anak harus dibatasi bahkan sebaiknya tidak sama sekali.
2. Kelompok kedua adalah bagi penderita alergi terutama penderita asma. Bagi penderita asma konsumsi MSG dapat meningkatkan resiko serangan asma.
Penanganan gejala Chinese Restaurant Syndrome tergantung dari berat ringannya gejala yang dirasakan. Jika gejalanya ringan seperti pusing-pusing, kita bisa mengonsumsi obat pereda sakit kepala yang dijual bebas dan memperbanyak minum air putih untuk mempercepat pengeluaran MSG dalam tubuh. Sedangkan jika kita mengalami gejala yang berat seperti jantung berdebar-debar atau sesak nafas sebaiknya segera menghubungi dokter.
Walaupun masih terjadi pro dan kontra dalam penggunannya, MSG atau masyarakat kita mengenalnya sebagai vetsin sebenarnya aman dikonsumsi jika tidak berlebihan dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Tetapi jika kita mengalami gejala-gejala tersebut seperti di atas sebaiknya kita menghindari atau mengurangi konsumsi MSG dalam makanan kita.
