Tidak ada habisnya kalau kita membahas tentang ASI. Apalagi saat ini memang sudah banyak yang peduli tentang arti pentingnya ASI. Bahkan ada istilah pejuang ASI untuk mereka-mereka yang berusaha dan yang mendukung para ibu yang sedang menyusui. Seperti ibu-ibu yang lain, saya juga sangat mendukung ASI sebagai makanan utama bagi bayi di 6 bulan pertama usianya. Bagi saya menyusui merupakan salah satu bentuk tanggung jawab seorang ibu terhadap buah hatinya. Sedangkan manfaat yang diperoleh dari menyusui, seperti untuk meningkatkan IQ anak, memperkuat daya tahan tubuh dan mempererat ikatan batin ibu dan anak menurut saya itu merupakan efek atau bonus dari menyusui itu sendiri.
Saya memiliki pendapat seperti itu, karena berdasarkan dari apa yang saya lihat dimasyarakat. Menurut saya tidak semua anak yang full ASI menjadi lebih 'pintar' dari yang lainnya dan tidak semua anak yang tidak full ASI menjadi lebih 'bodoh' dari yang lainnya. Begitu juga dengan ikatan batin, tidak semua anak yang full ASI memiliki ikatan batin yang kuat dengan ibunya begitu pula sebalikya. Ada hal lain yang mempengaruhi IQ dan eratnya ikatan batin ibu dan anak, hal tersebut meliputi pola asuh serta peran orang tua selama tumbuh kembang anak. Walaupun begitu ASI tetaplah yang terbaik, karena kandungan ASI yang memang paling sempurna untuk bayi .
Saya termasuk ibu yang kurang beruntung dalam hal menyusui, kedua anak saya tidak bisa menyusui secara eksklusif. Tetapi anak saya yang pertama lebih beruntung, hanya 2 bulan saja ASI nya disambung dengan sufor. Sedangkan anak saya yang kedua membutuhkan waktu lebih lama yaitu 5 bulan baru ASI saya lancar. Saya juga pernah melewati masa-masa baper, yaitu ketika membaca artikel tentang asi eksklusif atau ketika ada postingan ibu-ibu yang berhasil mengumpulkan asi sampai satu freezer. Atau ketika orang-orang disekeliling saya banyak yang pesimis anak saya mau minum ASI lagi.
Perjuangan saya untuk melancarkan asi untuk anak kedua lumayan lama dan menguras energi. Semua dimulai sejak di rumah sakit. Anak saya lahir lewat operasi caesar sekitar jam 7 malam. Setelah lahir bayi tidak melalui proses IMD, bahkan kami ditempatkan di ruang terpisah selama semalam. Dan baru pada keesokan harinya kami ditempatkan dalam satu ruangan. Jadi praktis sejak anak saya lahir sampai keesokan harinya saya tidak bisa menyusui. Sejak bayi saya lahir kondisi payudara saya biasa-biasa saja tidak seperti orang yang baru melahirkan, jika dipencet hanya keluar satu tetes saja diujungnya.
Perjuangan dimulai keesokan harinya ketika kami mulai ditempatkan dalam satu ruangan. Sejak dipertemukan saya sudah langsung menyusui, tapi sayang asi saya keluar sangat sedikit. Jadi seharian itu saya dibantu dengan perawat berusaha memijat mijat dan memompa asi agar keluar. Tapi hasilnya sangat sedikit mungkin hanya satu sendok. Ahasil dari pagi sampai keesokan harinya bayi saya sangat rewel, menangis seharian itu. Dengan terpaksa saya meminta diberikan tambahan sufor namun ditolak, menurut dokter bayi sanggup bertahan selama 3 hari tanpa asi dan kebetulan juga rumah sakit tempat saya melahirkan termasuk yang pro ASI. Keesokan harinya saat perawat mengambil bayi untuk dimandikan saya diberitahu bahwa anak saya badannya panas karena mengalami dehidrasi. Kemudian perawat meminta tanda tangan persutujuan dari untuk memberikan tambahan sufor untuk bayi saya. Dan begitulah akhirnya bayi saya diberi tambahan sufor sampai waktunya pulang.
Sampai di rumah perjuangan saya yang sebenarnya baru dimulai. Berbagai macam usaha saya lakukan untuk memperlancar asi, mulai dari mengkonsumsi sayur katuk, minum jamu tradisional,suplemen penambah asi sampai obat dari dokter. Tapi semuanya tidak ada yang menunjukan hasil yang memuaskan. Walaupun ASI masih sedikit dan kebutuhan susu sebagian besar dipenuhi dari susu formula, tapi saat itu saya masih berkeyakinan ASI saya masih bisa lancar.
Dari berbagai artikel yang saya baca, ASI akan semakin banyak keluar jika sering diberikankan pada bayi. Makanya sebelum minum sufor saya selalu menyusui anak saya terlebih dahulu. Masing-masing 15 menit, sambil payudara diurut-urut selama proses menyusui agar ASI bisa keluar. Jangan ditanya bagaimana rasanya, menyusui sambil mengurut payudara lumayan membuat cape, apalagi bayi yang kadang berontak menolak.
Saya juga rajin untuk mencari artikel tentang pengalaman usaha para ibu dalam memperlancar ASInya. Hingga suatu ketika saya menemukan artikel tentang ibu menyusui yang menjadikan kukusan pepaya muda sebagai camilan untuk memperlancar ASI. Dari situlah saya mulai bereksperimen dengan berbagai bahan makanan yang direkomendasikan bisa melancarkan ASI. Usaha yang Saya pernah lakukan antara lain, mengkonsumsi kukusan pepaya muda, daun pepaya yang telah direbus, pare yang direbus juga dan banyak makanan lainnya. Sampai akhirnya, ketika saya mengkonsumsi buah pepaya dan kacang hijau ASI saya menunjukan peningkatan. Jadi setiap pagi dan malam saya mengkonsumsi kacang hijau yang direbus dengan gula merah. Dan pada siang hari mengkonsumsi pepaya matang.
Alhamdulillah meskipun telat, pada saat usia bayi saya 5 bulan ASI sudah lancar. Dan anak saya yang sebelumnya minum sufor sampai 7 botol sehari, menolak untuk diberikan sufor lagi.
Jadi, tidak ada kata terlambat untuk ASI. Yang penting kita sebagai ibu harus yakin ASI bisa lancar, memperhatikan makanan yang kita konsumsi, rajin-rajin menambah pengetahuann tentang ASI dan jangan menyerah untuk terus mancoba sampai menemukan cara yang membuat ASI kita menjadi lancar.
Terima kasih....
Saya memiliki pendapat seperti itu, karena berdasarkan dari apa yang saya lihat dimasyarakat. Menurut saya tidak semua anak yang full ASI menjadi lebih 'pintar' dari yang lainnya dan tidak semua anak yang tidak full ASI menjadi lebih 'bodoh' dari yang lainnya. Begitu juga dengan ikatan batin, tidak semua anak yang full ASI memiliki ikatan batin yang kuat dengan ibunya begitu pula sebalikya. Ada hal lain yang mempengaruhi IQ dan eratnya ikatan batin ibu dan anak, hal tersebut meliputi pola asuh serta peran orang tua selama tumbuh kembang anak. Walaupun begitu ASI tetaplah yang terbaik, karena kandungan ASI yang memang paling sempurna untuk bayi .
Saya termasuk ibu yang kurang beruntung dalam hal menyusui, kedua anak saya tidak bisa menyusui secara eksklusif. Tetapi anak saya yang pertama lebih beruntung, hanya 2 bulan saja ASI nya disambung dengan sufor. Sedangkan anak saya yang kedua membutuhkan waktu lebih lama yaitu 5 bulan baru ASI saya lancar. Saya juga pernah melewati masa-masa baper, yaitu ketika membaca artikel tentang asi eksklusif atau ketika ada postingan ibu-ibu yang berhasil mengumpulkan asi sampai satu freezer. Atau ketika orang-orang disekeliling saya banyak yang pesimis anak saya mau minum ASI lagi.
Perjuangan saya untuk melancarkan asi untuk anak kedua lumayan lama dan menguras energi. Semua dimulai sejak di rumah sakit. Anak saya lahir lewat operasi caesar sekitar jam 7 malam. Setelah lahir bayi tidak melalui proses IMD, bahkan kami ditempatkan di ruang terpisah selama semalam. Dan baru pada keesokan harinya kami ditempatkan dalam satu ruangan. Jadi praktis sejak anak saya lahir sampai keesokan harinya saya tidak bisa menyusui. Sejak bayi saya lahir kondisi payudara saya biasa-biasa saja tidak seperti orang yang baru melahirkan, jika dipencet hanya keluar satu tetes saja diujungnya.
Perjuangan dimulai keesokan harinya ketika kami mulai ditempatkan dalam satu ruangan. Sejak dipertemukan saya sudah langsung menyusui, tapi sayang asi saya keluar sangat sedikit. Jadi seharian itu saya dibantu dengan perawat berusaha memijat mijat dan memompa asi agar keluar. Tapi hasilnya sangat sedikit mungkin hanya satu sendok. Ahasil dari pagi sampai keesokan harinya bayi saya sangat rewel, menangis seharian itu. Dengan terpaksa saya meminta diberikan tambahan sufor namun ditolak, menurut dokter bayi sanggup bertahan selama 3 hari tanpa asi dan kebetulan juga rumah sakit tempat saya melahirkan termasuk yang pro ASI. Keesokan harinya saat perawat mengambil bayi untuk dimandikan saya diberitahu bahwa anak saya badannya panas karena mengalami dehidrasi. Kemudian perawat meminta tanda tangan persutujuan dari untuk memberikan tambahan sufor untuk bayi saya. Dan begitulah akhirnya bayi saya diberi tambahan sufor sampai waktunya pulang.
Sampai di rumah perjuangan saya yang sebenarnya baru dimulai. Berbagai macam usaha saya lakukan untuk memperlancar asi, mulai dari mengkonsumsi sayur katuk, minum jamu tradisional,suplemen penambah asi sampai obat dari dokter. Tapi semuanya tidak ada yang menunjukan hasil yang memuaskan. Walaupun ASI masih sedikit dan kebutuhan susu sebagian besar dipenuhi dari susu formula, tapi saat itu saya masih berkeyakinan ASI saya masih bisa lancar.
Dari berbagai artikel yang saya baca, ASI akan semakin banyak keluar jika sering diberikankan pada bayi. Makanya sebelum minum sufor saya selalu menyusui anak saya terlebih dahulu. Masing-masing 15 menit, sambil payudara diurut-urut selama proses menyusui agar ASI bisa keluar. Jangan ditanya bagaimana rasanya, menyusui sambil mengurut payudara lumayan membuat cape, apalagi bayi yang kadang berontak menolak.
Saya juga rajin untuk mencari artikel tentang pengalaman usaha para ibu dalam memperlancar ASInya. Hingga suatu ketika saya menemukan artikel tentang ibu menyusui yang menjadikan kukusan pepaya muda sebagai camilan untuk memperlancar ASI. Dari situlah saya mulai bereksperimen dengan berbagai bahan makanan yang direkomendasikan bisa melancarkan ASI. Usaha yang Saya pernah lakukan antara lain, mengkonsumsi kukusan pepaya muda, daun pepaya yang telah direbus, pare yang direbus juga dan banyak makanan lainnya. Sampai akhirnya, ketika saya mengkonsumsi buah pepaya dan kacang hijau ASI saya menunjukan peningkatan. Jadi setiap pagi dan malam saya mengkonsumsi kacang hijau yang direbus dengan gula merah. Dan pada siang hari mengkonsumsi pepaya matang.
Alhamdulillah meskipun telat, pada saat usia bayi saya 5 bulan ASI sudah lancar. Dan anak saya yang sebelumnya minum sufor sampai 7 botol sehari, menolak untuk diberikan sufor lagi.
Jadi, tidak ada kata terlambat untuk ASI. Yang penting kita sebagai ibu harus yakin ASI bisa lancar, memperhatikan makanan yang kita konsumsi, rajin-rajin menambah pengetahuann tentang ASI dan jangan menyerah untuk terus mancoba sampai menemukan cara yang membuat ASI kita menjadi lancar.
Terima kasih....